Investigasi Indonesia
Semarang, Jawa Tengah – Sebuah unggahan mengharukan sekaligus memprihatinkan muncul di kanal aduan resmi LaporGub dengan nomor laporan LGWS12384742 pada Jumat, 26 Juni 2026. Seorang orang tua warga Kota Semarang terpaksa mengajukan permohonan terbuka demi mendapatkan bantuan seragam sekolah, bahkan menyatakan siap menerima pakaian bekas atau lungsuran, agar putrinya bisa tetap bersekolah.
Dalam laporan tersebut, warga yang berdomisili di Jalan Sawah Besar 1, RT 06/RW 02, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang ini menceritakan bahwa putrinya baru saja dinyatakan diterima di SMA Negeri 3 Semarang—salah satu sekolah favorit di ibu kota Jawa Tengah.
Anak tersebut berhasil lolos melalui jalur afirmasi, yang memang dikhususkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu secara ekonomi. Namun, kegembiraan tersebut kini dibayangi oleh kebingungan orang tua yang terbentur masalah biaya untuk membeli perlengkapan sekolah dasar, khususnya seragam.
“Ijin menyampaikan permohonan bantuan Baju Seragam Sekolah untuk putri saya yang masuk di SMA 3 jalur afirmasi… karena kami belum ada biaya untuk menyiapkan dan membelinya. Boleh baju lungsuran atau bekas,” tulis pelapor dalam deskripsi aduannya di LaporGub.
Spesifikasi Seragam yang Dibutuhkan
Karena keterbatasan dana yang mendesak, orang tua siswa tersebut berharap ada pihak dari instansi terkait atau relawan masyarakat yang tergerak untuk menyumbangkan seragam dengan spesifikasi sebagai berikut:









Tinggalkan Balasan