Investigasi Indonesia
Bogor, Jawa Barat – Kualitas pelayanan publik di Sistem Administrasi Manunggal di Bawah Satu Atap (Samsat) Cibinong, Kabupaten Bogor, tengah menjadi sorotan tajam. Melalui laman ulasan Google Maps, sejumlah warga meluapkan kekecewaannya terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli), pelayanan yang arogan, hingga jam kerja petugas yang dinilai tidak disiplin.
Keluhan serius datang dari warga bernama Ban Sal yang mengungkap adanya penawaran jasa jalur cepat atau percaloan untuk pengurusan mutasi keluar kendaraan roda empat.
“Masih ada yang mencoba menawarkan jasa supaya urusan mutasi keluar terkait arsip lebih cepat selesai dan tidak ribet, namun dipungut biaya Rp1,3 juta,” tulisnya di laman ulasan tersebut.
Senada dengan itu, akun bernama Agung Ponimin juga mempertanyakan transparansi biaya di bagian arsip. Ia mengaku dimintai sejumlah uang saat mengurus mutasi tanpa diberikan bukti pembayaran yang sah.
“Bagaimana ini Pak Dedi,” keluhnya, merujuk pada nama Gubernur Jawa Barat.
Selain dugaan pungli, arogansi dan buruknya standar operasional prosedur (SOP) juga disorot. Warga bernama Iwan membeberkan pengalaman buruknya dari mulai loket cek fisik, bagian arsip, hingga kasir. Ia sempat berdebat dengan petugas karena dipersyaratkan KTP pemilik lama, padahal ia merujuk pada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat dan Korlantas yang telah mempermudah aturan tersebut.
“Saya ini mau jadi warga Indonesia yang baik dengan membayar pajak yang gunanya untuk gaji kalian dan pembangunan. Tolong diperiksa oknum petugas di sana. Jam kerja sangat pendek, istirahat bisa 1,5 sampai 2 jam. Benar-benar sangat malas,” tulis Iwan dengan nada geram.
Hal serupa dirasakan oleh akun Juca Aiyolanda yang justru disarankan petugas untuk meminjam KTP warga Bogor lain karena KTP miliknya berasal dari luar daerah. Pelayanan di gedung arsip juga dikritik keras oleh akun Bro Ther yang merasa petugas bersikap arogan dan enggan memberikan edukasi alur balik nama atau ganti pelat nomor (kaleng) kepada warga awam.
Meski dibanjiri kritik, pelayanan pajak khusus di Mal Pelayanan Publik (MPP) Cibinong justru mendapat apresiasi. Akun Yogie Sibagariang memuji kemudahan verifikasi NIK dan wajah, serta opsi pembayaran via QRIS dengan bukti yang langsung dikirim melalui WhatsApp. Ia berharap ke depan seluruh layanan Samsat dapat diakses sepenuhnya melalui ponsel.
Rentetan keluhan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran Satlantas Polres Bogor dan Bapenda Jawa Barat guna membersihkan oknum nakal dan membenahi sistem birokrasi di Samsat Cibinong.








Tinggalkan Balasan