Sinergi Global, PPWI Sosialisasikan Program Doktoral D.S.P.P

Abah Sofyan
Oplus_131072

“Saya mengucapkan selamat yang sebesar-bersarnya kepada keluarga besar PPWI dan WPF University atas kemitraan strategis yang sangat progresif ini. Menyelenggarakan seminar sosialisasi program doktoral ini dalam waktu singkat adalah bukti nyata komitmen kita bersama untuk memajukan filsafat praktis-ilmiah di tingkat global, khususnya bagi masyarakat intelektual di Indonesia,” ujar Prof. Fidel langsung dari Peru.

Senada dengan Prof. Fidel, Prof. Chrisnha dan Wilson Lalengke menaruh harapan besar agar publik, terutama para peserta seminar, memahami esensi program D.S.P.P dengan utuh dan jernih. Prof. Chrisnha menekankan agar para peserta tidak terjebak dalam kebingungan administratif atau menyamakan program ini dengan PhD tradisional yang terakreditasi lokal. D.S.P.P adalah penghargaan akademik tingkat doktor internasional swasta berdasarkan kontribusi ilmiah nyata yang telah dibuktikan oleh kandidat.

Sementara itu, Wilson Lalengke selaku moderator menambahkan bahwa program ini adalah peluang emas bagi para pemikir dan praktisi Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia atas karya dan dedikasi nyata mereka.

“Filsafat tidak boleh hanya menjadi menara gading yang mengawang-awang. D.S.P.P mewujudkan filsafat praktis, bagaimana ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan diimplementasikan untuk memecahkan persoalan riil manusia. Kami di PPWI berkomitmen memfasilitasi para intelektual tanah air untuk meraih rekognisi internasional ini dengan jujur dan bermartabat,” jelas lulusan pascasarjana bidang Etika Terapan dari Universitas Utrecht (Belanda) dan Universitas Linkoping (Swedia) ini sambil mengajak semua kalangan tanpa terkecuali untuk mengambil peluang tersebut.

Bacaan Lainnya

Mengembalikan Khitah Kebijaksanaan Praktis

Program Doctor of Scientific-Practical Philosophy (D.S.P.P) sejatinya merupakan manifestasi modern dari konsep Phronesis (kebijaksanaan praktis) yang digagas oleh filsuf klasik Aristoteles. Aristoteles membedakan antara Sophia (kebijaksanaan teoretis) dan Phronesis (kemampuan etis untuk bertindak demi kebaikan manusia secara nyata).

Melalui D.S.P.P, karya-karya praktis para profesional di lapangan diangkat ke derajat akademik tertinggi melalui pisau analisis filsafat. Dengan demikian, ilmu pengetahuan kembali ke khitahnya: bukan sekadar kumpulan kertas dokumen yang tersimpan di perpustakaan, melainkan suluh penerang yang memperbaiki peradaban kemanusiaan.

Sebelum menutup pemaparannya, Prof. Chrisnha menyampaikan bahwa bagi mereka yang berminat menjadi peserta program doktoral internasional ini, dapat menghubungi Tim Kerja Sama PPWI-WPF University. Untuk informasi dan pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi kontak perwakilan melalui Julian Caisar (+62 813-7895-7515) atau Mr. Abdul Rahman Dabboussi (+62 838-2555-5136).

Catatan Redaksi: Inisiasi program doktoral internasional D.S.P.P oleh PPWI yang menggandeng WPF University dan Princonser University memberikan warna baru dalam diskursus pendidikan non-tradisional di tanah air. Di tengah maraknya perburuan gelar akademik formal yang kadang mengabaikan esensi kemanfaatan, konsep filsafat praktis-ilmiah (Phronesis) ini menawarkan relevansi nyata bagi para praktisi lapangan untuk mendapatkan rekognisi global atas portofolio dan dedikasi riil mereka.

(TIM/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil Gravatar
  • Rating