Skema Bagi Hasil 96% Kontraktor, TIM Kepung ESDM

Abah Sofyan

Tiga Tuntutan Strategis Masyarakat Aceh

Sebagai solusi konkret atas polemik kedaulatan energi ini, PPTIM melayangkan tiga tuntutan taktis kepada Kementerian ESDM:

Koordinator Lapangan Aksi, Fakhrullazi, mengingatkan bahwa merawat stabilitas perdamaian di Aceh jauh lebih mahal harganya ketimbang sekadar mengakomodasi syahwat investasi asing yang eksploitatif.

Catatan Redaksi: Formula bagi hasil 96% untuk kontraktor asing dan hanya memberikan 1,2% bagi Aceh di Blok South Andaman adalah bentuk ketidakadilan ekonomi yang nyata. Menandatangani kesepakatan bernilai strategis ini dengan sengaja melangkahi restu Gubernur Aceh merupakan kecacatan etika birokrasi yang serius. Redaksi mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi keputusan Menteri Bahlil Lahadalia. Pemerintah pusat tidak boleh amnesia bahwa ketimpangan ekonomi dan eksploitasi SDA di masa lalu adalah pemantik utama konflik bersenjata di Aceh. Merawat perdamaian harus diwujudkan lewat keadilan distributif, bukan dengan membiarkan daerah penghasil gigit jari di atas kekayaan alamnya sendiri.

(TIM/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil Gravatar
  • Rating